Petualang kata, ini beberapa puisi yang sempat kutulis saat masih mengenakan rok abu-abu (tak kusangka aku juga pernah pakai rok). Masih ada kurang lebih 80 puisi lain yang kutulis selain ini pada masa itu. Tapi setelah membaca ulang sambil sesekali menertawakan diri (karena teknik atau kenangan dalam puisi itu), kuputuskan mencomot mereka saja dan membaginya kepada kalian. Nikmati dan muntahkan !
Sayap Puisi Legenda
Lima masa dipasangi sayap
Lima masa diajari terbang
Lima masa melayang entah kemana bersamanya
Sepanjang masa dijatuhkan ke dalam lembah termistik
Ini bukan puisi
Kandungan puisi itu kata-kata indah
Bukan begini
Ini bukan puisi
Orang lain pergi berampas sesuatu yang pasti
Kau menyimpan seraksasa tanya
Ini bukan puisi
Melainkan kebencian yang kulegendakan
Ini perasaan dan tanda tanya
Kemarahan yang meluap
Ini bukan puisi
_
Kotoran
Satu hal yang pasti kukerjakan, melupakan ajaranmu
Kelak, waktu gunung meletus tak berhasil buahkan tolehanku,
Kudapati waktu statis tak berbuih
Menempel erat sebagai kawan dalam nurani
Waktu yang terangkai berutas-utas senyum tak putus-putus
Mematung,
Memikirkan pelangi lurus satu warna
Adalah tingkahku kala terpaksa mendengar ajaranmu
Ini, itu, anu, maka
Semua cuma kosong yang dilucuti agar ada
Benci terhadap segala kata yang kau semburkan
Setahun pembicaraan tak berguna
Ajaranmu tak berdampak…pak…
Meski hanya pada kotoran kukuku
_
Sesuatu
Air berteriak,
Dinding mengalir,
Tanah menggantung,
Awan terinjak.
Aku terkulum dalam rona-rona ceria
Di saat lain dilumat-lumat kenyataan
Argghhh…
Ingin kuhancurkan semua kepala tukang protes itu
Sebelumnya kutampik dulu wajah mereka dengan papan
Atau kuusuk saja dengan lembing ini
Teganya mengutukku binatang
Nyatanya aku berakal dan berbudi
Sudah, menyingkirlah para pembela!
Jangan memalang jalanku
Jangan sandung kakiku
Seekor binatang menyerang menyeruduk
_
Pagi Ini Sangat Cerah
Gumpalan peka dalam dada kini sedang risau
Kutunggu waktu penentu keeksisanku datang
Lima menit lagi, harus katakan tak setuju
Terlanjur aku kepalang basah
Ada handuk tergantung di sisi tangga.
_
Cerita Pendek
Tumbuh, layu
Tumbuh, tamat
Tumbuh, mati
…alur melingkar
Tersedia jiwa
Terhidang janji
Tertumpah padamu
…ada kisah
Tangis bersungai
Meretak kuasa
Jamah egomu
… dungu bersesal
Pupus harap
Tiada pungutan
Sudahi sedumu
…kita usai
_
Lagi manjat pohon, Makassar, 13 Maret 2008
Titik Tiga Kali
Jadi jalinan-jalinan benang merah kalian putuskan
Usaha setelahnya akan percuma
Otakmu, otaknya, sama bebal
Harap tak kalian wariskan padaku dan saudaraku
Cinta kalian terkotak-kotak
Disayat-sayat waktu, dirobek cemburu, dihanguskan amarah
Masa depan terlihat mengabur
Serasa ingin menggertak bumi
…
Pada siapa nanti kami mengekor
Hanya harapkan keluarga ini dibenci masalah
_
Jangan Pukul Aku, Kekasih
Ammakku…
Romantika manusia,
Memuakkan!
Bikin gatal leher
Buat hidung tersumbat
Otak mengarat
Taik memuncrat
Bapakku…
Romantika manusia
Memuakkan!
Jangan pukul aku, kekasih
Benar-benar sudah bosan saya
Makan cintamu yang berjaket palsu
Sama seperti punya mereka semua
_
Sunday, 16 January 2011
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Pages
Labels
#7HariMenulisSuratPutus
(39)
#fiksikal
(12)
#kesukaan
(1)
#reblog
(2)
Artikel
(9)
backpacking
(1)
Bicara Teater
(2)
Cerita Pendek
(14)
cewek cewek pelpek
(4)
Findie Makassar
(1)
Gambar Dunia
(11)
Ilmu Sastra
(1)
info
(2)
Kita Memimpikan Ini
(2)
Kritik Film
(17)
My Quotes
(41)
Naskah Drama
(1)
Puisi
(22)
sajak
(2)
Screening Film
(2)
Terpotong
(7)
Ujaran
(64)
Popular Posts
-
Sebuah film memiliki daya magis yang sangat memikat jika digarap sendiri oleh penulisnya. Cerita sebagai landasan utama, tolak ukur, jabang ...
-
Mungkin jikalau saja kita (umat manusia) mau berfikir tentang hal-hal kecil yang mungkin dianggap remeh yang ada di sekitar kita, maka Insya...
-
Judul Film : Cinta/mati Sutradara : Ody C. Harahap Penulis Naskah : Ody C. Harahap, Akbar Maraputra Produser ...
-
Dear Erika, How are you? We haven't meet again since when? Oh yeah, a year after junior high school graduate, right? Look at yo...
-
Judul Film : Mika Sutradara : Lasja Fauzia Susatyo Penulis Naskah : Indra Herlambang Produser : ...
0 komentar:
Post a Comment