Tuesday, 9 August 2011
Warkop Bambu
Diposkan oleh
Rezkiyah Saleh Tjako
di
10:08
Sebingar riuh larut dalam kopi
Satu laut bernama kamu terburai di atasnya
Kopi kuaduk pelan,
Jaga tak tumpah,
Berpotong gambarmu diikutkan iris-iris roti bakar
Yang seperti setapak pedesaan itu garis hidupmu
Kubangun pondok sederhana darinya
Semoga niat kau singgahi
Seorang perempuan tersenyum kuning
Untuk biru-biru malam yang ia setia tunggui
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Pages
Labels
#7HariMenulisSuratPutus
(39)
#fiksikal
(12)
#kesukaan
(1)
#reblog
(2)
Artikel
(9)
backpacking
(1)
Bicara Teater
(2)
Cerita Pendek
(14)
cewek cewek pelpek
(4)
Findie Makassar
(1)
Gambar Dunia
(11)
Ilmu Sastra
(1)
info
(2)
Kita Memimpikan Ini
(2)
Kritik Film
(17)
My Quotes
(41)
Naskah Drama
(1)
Puisi
(22)
sajak
(2)
Screening Film
(2)
Terpotong
(7)
Ujaran
(64)
Popular Posts
-
Sebuah film memiliki daya magis yang sangat memikat jika digarap sendiri oleh penulisnya. Cerita sebagai landasan utama, tolak ukur, jabang ...
-
Mungkin jikalau saja kita (umat manusia) mau berfikir tentang hal-hal kecil yang mungkin dianggap remeh yang ada di sekitar kita, maka Insya...
-
Judul Film : Cinta/mati Sutradara : Ody C. Harahap Penulis Naskah : Ody C. Harahap, Akbar Maraputra Produser ...
-
Dear Erika, How are you? We haven't meet again since when? Oh yeah, a year after junior high school graduate, right? Look at yo...
-
Judul Film : Mika Sutradara : Lasja Fauzia Susatyo Penulis Naskah : Indra Herlambang Produser : ...
1 komentar:
semestinya kau biarkan kopinya bergerak bebas kalau kau aduk...
hehehe
Post a Comment